Posts

Showing posts with the label Budaya dan Bahasa

Tatanjuk (Tutujah, Asak) Alat Pertanian Orang Suku Banjar

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ aluhlangkar.blogspot.com/2008/10/ini-cerita-waktu-aku-terjun-ke-lapangan.html T atanjuk merupakan alat pertanian tradisional yang digunakan oleh masyarakat Banjar di wilayah Kalimantan Selatan. Alat ini digunakan untuk membuat lubang di tanah yang selanjutnya akan ditanami bibit padi. Tatanjuk digunakan pada lahan pertanian baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Lahan pertanian berupa sawah dapat dibagi menjadi dua berdasarkan kondisi tinggi rendahnya dataran, yaitu sawah dataran tinggi dan sawah dataran rendah (Agus Triatno, ed. 1991/1992: 19). Perbedaan ketinggian di antara kedua lahan pertanian tersebut berpengaruh terhadap cara para petani menggarap sawah dan jenis peralatan yang digunakan. Peralatan tatanjuk digunakan secara luas oleh masyarakat Banjar Batang Banyu di kawasan Hulu Sungai hingga saat ini. Ada sebagian masyarakat yang menyebut peralatan ini “tutujah” sementara sebagian yang lain memberikan nama “asak” (Ikhlas Budi ...

Nasi Astakona Kesultanan Banjar

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ D ari beberapa referensi pustaka diketahui bahwa nasi Astakona berasal dari tradisi Kesultanan Banjar yang disajikan untuk upacara menerima tamu kehormatan, namun pada kurun waktu selanjutnya disajikan dalam acara badadapatan dan perkawinan. Foto : Pulau Banua Banjar Nasi Astakona memiliki makna yang penting karena disajikan dalam bedadapatan sebagai simbol keakraban dan lambang penghormatan bagi tetamu. Melalui sajian nasi astakona dimaknai persahabatan dan keakraban semakin terjalin. Malah, menurut refrensi tersebut dikatakan bahwa nasi astakona juga disajikan dalam acara walimah perkawinan sebagai simbol suasana akrab antara kedua mempelai dan keluarganya. Nasi astakona disajikan dengan talam dalam bentuk 3 atau 5 tingkatan ganjil yang bermakna 3 komponen pokok yaitu nasi dari beras atau padi yang tumbuh di tanah, lauk pauk dari ikan yang hidup di air dan buah-buahan yang tinggi di udara yang menggambarkan keterikatan hidup manusia dengan...

Galeri Haul Ke 210 Asy-Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan)

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ribuan orang berduyun-duyun mendatangi Masjid Tugfaturaghibin, di Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, tempat digelarnya Haul ke-210 Syekh Muhammad Arsyad Albanjary, Senin (11/7/2016). Kedatangan muslimin dari berbagai kabupaten di Kalsel dan dari luar Kalsel ini membuat tempat pelaksanaan haul ulama besar kelahiran Desa Lok Gabang Kecamatan Astambul itu pun penuh sesak. Tak hanya di masjid, rumah penduduk dan jalan-jalan di sekitar lokasi masjid juga dipenuhi jemaah berpakaian putih-putih. Jemaah datang ke tempat haul, selain berjalan kaki dan menggunakan transportasi darat, juga ada yang menggunakan kelotok. sumber: Banjarmasinpost

Alat Musik Kurung-kurung

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ S atu jenis alat kesenian yang terbilang unik di Kabupaten Balangan Kalsel yang disebut alat musik ”kurung-kurung”. Alat musik ini terbuat dari kayu panjang dan dibawahnya terbuat dari bambu dan peralatan lainnya. Musik ini bisa mengeluarkan bunyi setelah dihentak-hentak dulu ke tanah dan setiap alat musik mengeluarkan bunyi berbeda satu sama lain, sehingga bila pemainnya ingin menciptakan irama, maka caranya menghentakan alat itu secara bergantian sesuai irama yang dikehendaki. Musik nenek moyang ini biasanya dimainkan saat upacara adat, atau acara perkawinan dan kenduri, dan belakangan digunakan untuk acara perkawinan, menyambut tamu atau pejabat ke kekampung atau acara kenduri lainnya. sumber: http://riqma14.blogspot.co.id/2010/10/musik-tradisi-banjar.html (dipetik 16-04-2016 11:36 WITA)

Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ H ulu Sungai Tengah adalah kabupaten yang memiliki banyak tradisi budaya leluhur yang masih erat di pegang sampai sekarang. Sebagai kabupaten yang banyak memiliki tradisi budaya, Hulu Sungai Tengah mempunyai tradisi unik. Salah satunya adalah tradisi dalam merayakan maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada bulan Rabiul Awal dalam tahun Hijriah. Tradisi tersebut disebut dengan acara bemaulidan. Acara tersebut dilaksanakan mulai awal bulan rabiul awal sampai dengan akhir bulan. Acara ini dilaksanakan bergantian dari RT ke RT dari kampung ke kampung. Pada awal bulan acaranya dilaksanakan dilanggar-langgar, acara ini disebut dengan menyambut bulan. Kemudian dilanjutkan dari kampung ke kampung.  Sebelum menyambut bulan maulid, setiap kampung membentuk panitia pelaksana maulid. Kemudian mendata setiap rumah yang akan melaksanakan maulid nabi. Setelah data terkumpul, kemudian panitia membagikan undangan maulid tersebut yang ditujukan kepada mesji...

Tradisi Minum Susu pada Tahun Baru Islam di Rantau

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ T radisi minum susu menyambut tahun baru Islam di Masjid Baiturahmah Tapin sudah berlangsung puluhan tahun yang digelar badan pengelola Masjid Baiturahmah. Menurut imam rawatib Masjid Baiturahmah Tapin, ustadz Fikri Ramadan, tradisi minum susu menyambut tahun baru Islam itu memiliki makna positif. Maknanya, kata ustadz Fikri, supaya selama perjalanan satu tahun ke depan, hidup kita selalu manis, artinya manis segi kesehatan, manis kesejahteraan, manis dalam urusan dan manis dalam ketakwaan kepada Allah. Sedangkan pada malam tahun baru Islam, masjid ini menggelar salat hajat yang diikuti ratusan warga Tapin. "Memang sudah menjadi tradisi di Masjid Baiturahmah, kalau malam tahun baru Islam kami menggelar salat hajat dan setelah salat subuh mengadakan tradisi minum susu," jelas Fikri Ramadan, ustadz muda hapal Alquran ini. sumber:  http://banjarmasin.tribunnews.com/2012/11/15/tradisi-minum-susu-pada-tahun-baru-islam-di-rantau (09...

Sistem Kekerabatan Suku Banjar

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ S eperti sistem kekerabatan umumnya, masyarakat Banjar mengenal istilah-istilah tertentu sebagai panggilan dalam keluarga. Skema di atas berpusat dari "ulun" sebagai penyebutnya. Bagi "ulun" juga terdapat panggilan untuk saudara dari ayah atau ibu, saudara tertua disebut Julak, saudara kedua disebut Gulu, saudara berikutnya disebut Tuha, saudara tengah dari ayah dan ibu disebut Angah, dan yang lainnya biasa disebut Pakacil (paman) dan Makacil (bibi), sedangkan termuda disebut Busu. Untuk memanggil saudara dari kai dan nini sama saja, begitu pula untuk saudara datu. Disamping istilah di atas masih ada pula sebutan lainnya, yaitu: • minantu (suami / isteri dari anak ULUN) • pawarangan (ayah / ibu dari minantu) • mintuha (ayah / ibu dari suami / isteri ULUN) • mintuha lambung (saudara mintuha dari ULUN) • sabungkut (orang yang satu Datu dengan ULUN) • mamarina (sebutan umum untuk saudara ayah/ibu dari ULUN) • kamanakan (anakn...

Tradisi Meminyaki Rambut Anak Yatim

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ S etiap memperingati Hari Asyura pada 10 Muharram terdapat tradisi menyantuni anak-anak yatim piatu yang sudah berkembang puluhan tahun di Kabupaten Hulu Sungai Utara Propinsi Kalimantan Selatan yakni tradisi meminyaki rambut anak yatim dengan minyak kelapa muda. Tradisi ini dijumpai di Kecamatan Haur Gading dan Banjang dimana masyarakat mengumpulkan anak-anak yatim disuatu tempat untuk diusap kepalanya dengan minyak kelapa oleh masyarakat yang ingin memberikan santunan. sumber: http://www.antarakalsel.com/foto/4237/tradisi-meminyaki-rambut-yatim (16-02-2015 11:23 WITA)

Pasar Sepeda di Barabai

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ H ari masih pagi di pasar sepeda yang berada di jalan Terminal Lama, Barabai Hulu Sungai Tengah. Ratusan sepeda sudah berjejer di pasar yang selalu ramai pada hari Sabtu itu. Sepeda-sepeda yang dipajang oleh para belantik sepeda tersebut beragam jenis, mulai dari sepeda ontel sampai sepeda merk terbaru. Menjelang siang, calon pembeli mulai berdatangan. Pasar sepeda Barabai menjadi unik karena berumur tua dan selalu didatangi pembeli-pembeli dari daerah yang jauh. Pembeli-pembeli iitu tidak hanya dari HST, tapi juga dari kabupaten-kabupaten yang lain di Kalsel. Bahkan beberapa pembeli berasal dari Kalteng dan Kaltim. Suara calon pembeli dan belantik yang tawar menawar bercampur dengan suara bunyi roda sepeda diputar menambah riuh suasana. Beberapa belantik tampak sibuk, ada yang mengelap sepeda pajangannya, ada yang memperbaiki setang dan beberapa terlihat sedang berbincang dengan sesama belantik. Tidak ada ketetapan harga pasti tiap sepeda ...

Peribahasa Banjar Yang Unik

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Perang banjar (ilustrasi) T unggul bamata adalah salah satu peribahasa Banjar yang unik. Makna harfiah (makna denotatif) peribahasa Banjar ini mengesankan bahwa (seolah-olah) Tanah Banjar adalah daerah yang angker. Saking angkernya, maka tongak-toggak kayu (bahasa Banjar, tunggul) punya mata. Masih ada satu peribahasa Banjar lainnya yang juga unik, yakni tawing batalinga (dinding bertelinga). Patut diduga kedua peribahasa Banjar yang unik ini lahir pada zaman revolusi fisik (1945-1949), di mana para gerilyawan harus bersikap hati-hati dalam berbuatm bertindak, dan berbicara karena mata-mata musuh Republik ada di mana-mana dan hidup berbaur dengan mereka (ketika itu tidak jelas siapa kawan siapa lawan). sumber: https://www.facebook.com/FanBB/posts/10152744066953051 (06-01-2015 08:45)

Peribahasa Banjar Yang Sarat Makna

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ   B eberapa peribahasa banjar yang sarat makna: "Kada titik banyu diganggam", adalah salah satu peribahasa banjar yang sering kita dengar. Masih banyak lagi peribahasa banjar yang perlu kita lestarikan, karena di dalam peribahasa tersebut, banyak makna yang tersirat terhadap pribadi akhlak kita. - Akal diakali wan pikir dipikirakan = Niscaya segala persoalan akan terpecahkan bila menggunakan akal pikiran. - Apik – apik kalu tabarusuk = Berjalan harus hati – hati supaya jangan tersesat a tau salah langkah. - Asa dikarukut bidawang 40 ikung = Sakitnya tidak sekira - Asal Mambawa nang Bujur atawa banar musti salamat diri = Biar kita bertada dimana saja , apakah di negeri orang , bawa sifat jujur dan baik past5i kita akan selamat. - Awak randah sangkutan tinggi = Harus diukur kemampuan kita sendiri sebelum bertindak. - Babubuang Liur Basi = Sesuatu pekerjaan yang tidak mendapat hasil. - Badiri tahantuk baduduk tahantak = Serb...

Tradisi Islami Selamatan "Manajak Rumah"

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ T radisi manajak rumah adalah kebiasaan orang atau masyarakat untuk membangun keluarga mandiri , yang biasanya di lakukan oleh keluarga yang baru atau keluarga yang lama yang ingin membangun rumah baru . dalam membang un rumah baru ada tradisi – tradisi yang tidak bisa di lepas dari adat masyarakat seperti, menggantung katupat di tiang yang ingin di tajak ( bahasa banjar ) dengan bermacam macam ketupat ( ketupat bantal, ketupat bawang, ketupat bangsul, ketupat burung, dan ketupat biasa ) selain itu juga di gantung kembang kenanga / bunga kenanga. Menggantung berbagai macam ketupat dan bunga kenanga dahulunya merupakan syariat atau nazar “kata orang tua dulu”. Tradisi tersebut diakulturasi dengan adat islam, sejak Islam masuk ke Kandangan seperti sholat hajat yang dilakukan sebelum manajak tihang (bahasa banjar), setelah sholat hajat dilakukan acara SALAMATAN dan menyiapkan sedikit air dengan di bacakan do’a selamat, lalu air tersebut dipercikkan ke...

Handil Maulud Sebuah Tradisi Islami di Hulu Sungai Tengah

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ B erbeda dengan peringatan maulid pada umumnya, maka peringatan yang biasa di masyarakat dikenal dengan sebutan Handil Maulid, belum lama ini, diselenggarakan dan hanya ada di Hulu Sungai Tengah (Barabai), Kalimantan Selatan. Menariknya, peringatan maulid ini dilaksanakan pada suatu kampung atau komplek perumahan yang pada setiap rumahnya menjamu sebanyak 15 sampai 20 orang. Rombongan yang datang dari perwakilan musholla atau masjid yang ada di desa atau kecamatan lain terlebih dahulu akan ditempatkan pada musholla kampung yang melaksanakan maulid, selanjutnya rombongan akan dijemput oleh yang punya rumah untuk menuju rumahnya. Setelah sampai di rumah, para rombongan terlebih dahulu disuguhi teh manis dan kue, baru kemudian membacakan syair-yair maulid dan berakhir dengan menikmati hidangan makanan yang sudah disiapkan oleh yang punya rumah. Tradisi yag sudah berkembang sejak dahulu ini, selain bertujuan memperingati hari kelahiran Nabi Besar M...

"Batapung Tawar" Tradisi Islami Penuh Harap Untuk Berkah

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ T radisi Batapung Tawar (ba’ayun) dilakukan sejak zaman dahulu. Tradisi ini sebagai tanda terima kasih kepada Allah SWT atas dikaruniainya seorang anak. Dimulai dari pembukaan acara, kemudian acara Habsy, saat marhaba bayinya dibawa mengelilingi warga yang hadir dengan cara digendong, warga akan mempercikkan dengan daun pisang yang diikat dengan di campuri minyak wangi dengan tujuan agar bayinya mendapat barokah. Setelah Habsy barulah memberi nama dan menggunting rambut bayi,jika bayinya perempuan juga dilakukan pelubangan di telinganya atau disebut juga ba’tindik. Lalu menginjakkan kaki bayi ke beras kuning, menyuapi gula aren, garam dan kelapa yang diparut, ke mulut bayi. Setelah itu diambil batu anak cubik yang ada diayunan, dan menaruh bayinya ke ayunan. Mengelilingi ayunan dengan lampu sebanyak tiga kali putaran dan mempercikkan dikepala bayi dan jika mau dipercikkan juga dikepala warga yang hadir. Kemudian ada warga yang memim...

"Bapukung" Cara Menidurkan Anak di Ayunan

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ B apukung adalah menidurkan anak dengan cara sang anak didudukan dalam ayunan dibalut dengan kain tapih sebatas leher. Ayunan untuk ”guring bapukung” tak bedanya dengan ayunan dengan posisi dibaringkan yaitu terbuat dari tapi h bahalai atau kain kuning dengan ujung –ujungnya diikat dengan tali haduk ( ijuk ). Ayunan ini biasanya digantungkan pada palang plapon di ruang tengah rumah. http://sastrabanjar.blogspot.com/2010/12/budaya-banjar-ayun-bapukung.html [FOTO : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgN7JIQjCRhYGROUnaHMi_bw0Ft7qPMAHgggAiodEC3oGNI-RUuiGCs-roc-dNaqCR3DB4COoeL78EmFBzovzMX7Z4xpCP90OCH20obANxb5mZq-hJ1RREHuNPsLzc8_5R_F6k9NiMaObsl/s200/adit+bapukung+2.jpg ]

Tradisi Islami "Batumbang Apam"

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ M erupakan satu tradisi pada Hari Raya baik Iedul Fitri dan Iedul Adha bagi orang Banjar, khususnya daerah Pahuluan (Banua Anam) adalah batumbang anak atau batumbang apam. Tradisi Batumbang merupakan tradisi turun temurun ratusan tahun yang lalu dengan batumbang diharapan anak akan cepat bisa berjalan nantinya, tumbuh sehat dentunya minta doa kepada yang hadir untuk menjadi anak yang shaleh dan menjadi qurrataa’yun bagi keluarga dan masyarakat. Kalau acaranya di Masjid biasanya anak digendong oleh petugas mesjid kemudian dijalankan untuk meniti anak tangga mimbar khatib sambil diiringi dengan salawat kepada nabi. setelah itu warga yang sudah berkumpul di dalam mesjid bersiap-siap untuk berebut uang receh yang sudah disediakan juga diiringi dengan salawat uang receh pun dihamburkan. Kalau dirumah biasanya dengan cara digendong/didirikan dengan sejejar wadai apam yang sdah ditusuk pada pelepah kelapa. Secara sosial dan kebaikan banyak ...

Kain Tenun "Sarigading" Khas Hulu Sungai Utara

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ K ain tenun yang disebut Sarigading, bagi sebagian orang yang dipercayai begitu ampuhnya mengobati penyakit yang dianggap sulit disembuhkan. Tenun menenun kain ini sudah diwarisi Masyarakat HSU sejak zaman Keraj aan Negara Dipa abad 16 Masehi, meski sempat mundur kala Kolonial Belanda memperkenalkan produk kain tekstil. Kain tenun Sarigading menggunakan Benang Mandar yang dicelup menggunakan pewarna alami, misal dari jenar (kunyit) dan lainnya. Kain tenun Sarigading menjadi langka karena fungsi kain tenun ini kebanyakan hanya dikembangkan untuk peralatan prosesi pengobatan tradisonal yang diwarisi turun-temurun dan bukan untuk tujuan komersil. http://hasanzainuddin.wordpress.com/2012/03/06/kain-tenun-sarigading-itu-dibuat-untuk-obat/ (26-04-2014 10:40 WITA) [FOTO: http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2012/03/tenun-sarigading.jpg?w=300&h=157 ]

Logat Khas Bahasa Banjar Hulu

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ B ahasa Banjar Hulu merupakan logat asli yang dipakai di wilayah Banua Enam. Amuntai, Alabio, Negara dan Margasari merupakan kelompok Batang Banyu, sedangkan Tanjung, Balangan, Kandangan, Rantau merupakan kelom pok Pahuluan. Logat Bahasa Banjar Kuala yaitu bahasa yang dipakai di wilayah Banjar Kuala terdiri atas Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, serta kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Bahasa Banjar Kuala dituturkan dengan logat datar tanpa intonasi tertentu, jadi berbeda dengan bahasa Banjar Hulu dengan logat yang kental (ba-ilun). Logat Banjar Kuala yang asli misalnya yang dituturkan di daerah Kuin, Sungai Jingah, Banua Anyar dan sebagainya di sekitar kota Banjarmasin yang merupakan daerah awal berkembangnya kesultanan Banjar. Contoh Logat Banjar Hulu 1. Hagan apa hampiyan mahadang di sia, hidin hudah hampai di rumah hampian (Logat Kandangan) Sagan apa sampiyan mahadang di sini, sidin sudah sampai di rumah sampiyan. (Banjar) ...