Posts

Sejarah Singkat Surat Kabar Harian Banjarmasin Post

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ S urat kabar Banjarmasin Post yang berdiri pada tanggal 02 Agustus 1971 ini memiliki sejarah yang panjang dan unik. Kelahirannya berasal dari aktivitas mahasiswa Kalimantan Selatan yang mempunyai minat terhadap pers atau jurnalistik dengan membentuk koran kampus (buletin) yang bernama MAHASISWA. Namun buletin ini diterbitkan karena vokal terhadap pemerintahan. Kemudian para mahasiswa yang dulu tergabung dalam buletin MAHASISWA menerbitkan sebuah surat kabar mingguan di Banjarmasin yang diberi nama MIMBAR MAHASISWA dan terbit tiap jumat dengan berkantor di Jl. Pangeran Samudra Banjarmasin. Mingguan Mimbar Mahasiswa yang terbit dengan motto “Demi Keadilan dan Kebenaran, Membina Kehidupan Demokrasi” ternyata mendapat sambutan hangat masyarakat pembaca Kalimantan Selatan.  Hal itu terlihat dari tirasnya yang jauh melebihi tiras tertinggi yang pernah dicapai surat kabar lain yang terbit di daerah ini. Ini dikarenakan Mimbar Mahas...

Pasar Sepeda di Barabai

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ H ari masih pagi di pasar sepeda yang berada di jalan Terminal Lama, Barabai Hulu Sungai Tengah. Ratusan sepeda sudah berjejer di pasar yang selalu ramai pada hari Sabtu itu. Sepeda-sepeda yang dipajang oleh para belantik sepeda tersebut beragam jenis, mulai dari sepeda ontel sampai sepeda merk terbaru. Menjelang siang, calon pembeli mulai berdatangan. Pasar sepeda Barabai menjadi unik karena berumur tua dan selalu didatangi pembeli-pembeli dari daerah yang jauh. Pembeli-pembeli iitu tidak hanya dari HST, tapi juga dari kabupaten-kabupaten yang lain di Kalsel. Bahkan beberapa pembeli berasal dari Kalteng dan Kaltim. Suara calon pembeli dan belantik yang tawar menawar bercampur dengan suara bunyi roda sepeda diputar menambah riuh suasana. Beberapa belantik tampak sibuk, ada yang mengelap sepeda pajangannya, ada yang memperbaiki setang dan beberapa terlihat sedang berbincang dengan sesama belantik. Tidak ada ketetapan harga pasti tiap sepeda ...

Peribahasa Banjar Yang Unik

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Perang banjar (ilustrasi) T unggul bamata adalah salah satu peribahasa Banjar yang unik. Makna harfiah (makna denotatif) peribahasa Banjar ini mengesankan bahwa (seolah-olah) Tanah Banjar adalah daerah yang angker. Saking angkernya, maka tongak-toggak kayu (bahasa Banjar, tunggul) punya mata. Masih ada satu peribahasa Banjar lainnya yang juga unik, yakni tawing batalinga (dinding bertelinga). Patut diduga kedua peribahasa Banjar yang unik ini lahir pada zaman revolusi fisik (1945-1949), di mana para gerilyawan harus bersikap hati-hati dalam berbuatm bertindak, dan berbicara karena mata-mata musuh Republik ada di mana-mana dan hidup berbaur dengan mereka (ketika itu tidak jelas siapa kawan siapa lawan). sumber: https://www.facebook.com/FanBB/posts/10152744066953051 (06-01-2015 08:45)

Manaqib KH. Anang Sya'rani Arif Al-Banjari

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ A l-Arif billah Al-Muhaddist wal-Mufassir asy-Syeikh Haji Anang Sya'rani bin Fathul Jannah Haji Muhammad Arif bin Al-Alim Al-Fhadil Haji Abdullah Khattib bin Al-Alim Al-Allamah Khalifah Haji hasanuddin bin Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, pendidikannya dimulai diusia dini, ia mengaji kepada beberapa ulama yang ada di Martapura di antaranya kepada pamannya yang bernama KH Kasyful Anwar, maka dibawah pengawasannya inilah ia bersama sepupunya yakni KH Syarwani Abdan Bangil banyak mendapatkan ilmu pengetahuan,pada tahun 1350 H/1930 M ia dan sepupunya Syekh Muhammd Syarwani Abdan Bangil berangkat ke Tanah suci Makkah untuk menunaikan Ibadah Haji sekaligus menimba ilmu ditempat sumbernya dengan diantar langsung oleh sang paman yakni KH.Kasyful Anwar,setibanya mereka di Tanah Suci Makkah dalam didikan dan pengawasan sang paman keduanya belajar dengan tekun, ibarat "Siang Bercermin Kitab Malam Bertongkat Pensil",diantara guru guru yang...

Masjid Su'ada atau Masjid Ba'angkat Hulu Sungai Selatan

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ M asjid Su'ada ini lebih dikenal masyarakat di banua Kandangan dengan sebutan Masjid Baangkat karena lantainya yang unik ditopang oleh tongkat-tongkat kayu ulin sebagai penyangga, sehingga seperti diangkat. Masjid Su'ada ada di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Propinsi Kalimantan Selatan. Masjid ini masuk sebagai bangunan cagar budaya nasional. Masjid ini merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan, didirikan Al Allamah Syekh H Abbas dan Al Allamah Syekh HM Said bin Al Allamah Syekh H Sa'dudin pada 28 Zulhijjah 1328 Hijriyah atau sekitar 1908 Masehi. Bagian samping Selatan Masjid Su'ada di Wasah Hilir Kecamatan Simpur. Lokasinya, sekitar tujuh kilometer dari ibu kota Kabupaten HSS, Kandangan. Bagian dalam Masjid Suada di Wasah Hilir. Tampak mimbar untuk Khotib yang terbuat dari kayu. Begitu pun tiang hingga lantai dan seluruh bagian masjid juga dari kayu. Sebagian besar bahan masjid ...

Makam Datu "Kandang Haji" di Balangan

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ S alah satu tradisi warga Balangan pada saat lebaran adalah berziarah ke makam Datuk Kandang Haji yang terdapat di Desa Teluk Bayur, Kecamatan Juai. Datu Kandang Haji adalah salah seorang dari dua orang datu (satunya lagi Datu Sanggul dibagian Selatan Banjarmasin, Tatakan Rantau dan sekitarnya) yang aktif berdakwah, mengajar masyarakat mengaji Alquran dan menghidupkan pelaksanaan shalat Jumat di bagian Utara Banjarmasin (Paringin dan sekitarnya). Beliau wafat dengan meninggalkan Alquran tulisan tangan, sepasang terompah, dan tongkat untuk berkhutbah. Makam beliau terletak di samping masjid yang didirikannya di Paringin (Kabupaten Balangan sekarang)”. Datu Kandang Haji hidup sezaman dengan Datu Sanggul (Rantau) yang wafat pada tahun 1772 M, karena itu, besar kemungkinan Datu Kandang Haji hidup di era tahun 1760-an dan tahun-tahun sebelumnya. Datu Kandang Haji aktif menyebarkan Islam di Paringin dan sekitarnya, beliau m...

Manaqib Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ S iapa yang tak kenal sosok ulamabesar nusantara asal Kalimantan ini, kita-kitab yang ditulis beliau tersohor hingga ke Asia Tenggara. Untuk mengenal lebih jauh siapa beliau, berikut artikel yang saya sadur dari sahabat blogger: Disadur dari: http://sabrial.wordpress.com/2007/07/05/syaikh-muhammad-arsyad-al-banjari/ (Kamis, 17 April 2013 pukul 09:23 Wita). Nama Syaikh Muhammad Arsyad menempati hati masyarakat Kalimantan dan Indonesia sebagai ulama besar dan pengembang ilmu pengetahuan dan agama. Belum ada tokoh yang mengalahkan kepopuleran nama Syaih Arsyad Al-Banjari. Karya-karyanya hinga kini tetap dibaca orang di masjid dan disebut-sebut sebagai rujukan. Nama kitabnya Sabilal Muhtadin diabadikan untuk nama Masjid Agung Banjarmasin. Nama kitabnya yan lain Tuhfatur Raghibin juga diabadikan untuk sebuah masjid yang tak jauh dari makan Syaikh Arsyad. Tak hanya itu, hampir seluruh ulama di Banjarmasin masih memiliki tautan dengannya. Bai...