Posts

Sekilas Sejarah Berdiri Kota Banjarbaru

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Tugu Bundaran Kota Banjarbaru W ilayah Banjarbaru sekarang, dulunya adalah perbukitan di pinggiran Kota Martapura yang dikenal dengan nama Gunung Apam. Daerah Gunung Apam dikenal sebagai daerah persitirahatan buruh-buruh penambang intan selepas menambang di Cempaka. Pada era tahun 1950-an, Gubernur dr. Murdani dibantu seorang perencana Van der Pijl merancang Banjarbaru sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan. Namun pada perjalanan selanjutnya, perencanaan ini terhenti sampai pada perubahan status Kota Banjarbaru menjadi Kota Administratif. Nama banjarbaru sedianya hanyalah nama sementara yang diberikan Gubernur dr. Murjani, untuk membedakan dengan Kota Banjarmasin, yaitu kota baru di Banjar. Namun akhirnya melekat nama Banjarbaru sampai sekarang. Sebagai kota administratif, Kota Banjarbaru berada dalam lingkungan Kabupaten Banjar, dengan ibukotanya Martapura. Jadi Kota Banjarbaru merupakan pemekaran dari Kabupaten Banjar. Kota Banjarbaru ber...

Solusi Kartu NPWP Belum diterima Setelah Mendaftar Online

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ B erdasarkan pengalaman saya, ketika setelah selesai melakukan pendaftaran NPWP secara online pada tahun 2015 di situs resmi pajak https:// ereg .pajak.go.id/ ternyata kartu fisik NPWP yang menurut email yang saya terima akan dikirimkan ke alamat saya. Namun setelah menunggu beberapa lama, kartu NPWP belum juga sampai ke alamat saya. Kemudian saya menanyakan permasalahan tersebut melalui fans page Facebook KPP tempat NPWP saya terdaftar (wilayah Banjarbaru, Kalsel). Alhamdulillah, mereka merespon dengan cepat. Solusi yang mereka berikan seperti berikut: "Terimakasih sebelumnya, utk kartu npwp yg blm diterima silahkan langsung ke kpp pratama banjarbaru dengan memperlihatkan ktp dan emailnya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya" .  Jadi, kesimpulannya jika kartu NPWP kita belum sampai ke alamat kita, cukup datang ke Kantor Pelayanan Pajak di tempat kita. Terima kasih.

Figur K.H. Asmuni (Guru Danau) Amuntai

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Guru Danau - Tengah G uru Danau merupakan panggilan akrab atau nama populer bagi Tuan Guru Asmuni. Nama “Danau” yang dilekatkan pada dirinya sebenarnya merupakan nama singkat dari tempat kelahiran dan tempat tinggalnya, Danau Panggang. Danau Panggang merupakan salah satu Kecamatan di daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang terletak sekitar 24 km dari kota Amuntai. Beliau lahir pada tahun 1955 di Danau Panggang. Ayahnya bernama Haji Masuni dan ibunya bernama Hajjah Masjubah. Dia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Ayahnya berasal dari daerah Danau Panggang sedang ibunya beretnis Dayak Bakumpai berasal dari daerah Marabahan yang pindah ke Danau Panggang. Dari garis ibunya Guru Danau menjadi bagian dari zuriat Syekh Muhammad Arsyad alBanjari. Sewaktu kecil, Guru Danau bernama Zarkasyi. Oleh seorang habib yang bernama Habib Salim Mangkatip nama itu diubah menjadi Asmuni. Menurut Guru Danau, Asmuni itu berarti berharga. Guru Danau h...

Galeri Haul Ke 210 Asy-Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan)

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ribuan orang berduyun-duyun mendatangi Masjid Tugfaturaghibin, di Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, tempat digelarnya Haul ke-210 Syekh Muhammad Arsyad Albanjary, Senin (11/7/2016). Kedatangan muslimin dari berbagai kabupaten di Kalsel dan dari luar Kalsel ini membuat tempat pelaksanaan haul ulama besar kelahiran Desa Lok Gabang Kecamatan Astambul itu pun penuh sesak. Tak hanya di masjid, rumah penduduk dan jalan-jalan di sekitar lokasi masjid juga dipenuhi jemaah berpakaian putih-putih. Jemaah datang ke tempat haul, selain berjalan kaki dan menggunakan transportasi darat, juga ada yang menggunakan kelotok. sumber: Banjarmasinpost

Riwayat Al-Allamah Al-Habib Ibrahim Al-Habsyi

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ D ari sekian banyak keturunan Rasulullah yang mulia yang berdakwah mengajak manusia kepada kebenaran di alam ini salah satunya adalah Habib Ibrahim Al-Habsyi Negara Kandangan Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan,dari catatan catatan yang ada penulis belum menemukan kapan beliau lahir,yang pasti beliau lahir dikota para wali,kota yang penuh berkah ALLAH SWT,kotanya ilmu dan banyak lagi keutamaan keutamaan daerah ini,beliau lahir di kota Seiwun Hadral Maut dan ber marga Al-Habsyi salah satu marga marga keturunan Rasulullah yang tersebar dialam ini,terlahir dari keluarga yang mulia dengan keberlimpahan ilmu dari ayah bernama Habib Umar Al-Habsy membuat beliau sangat mencintai ilmu,selain dengan belajar kepada ayah beliau sendiri,salah satu guru beliau adalah Yang Mulia Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy pengarang kitab Maulid Simthud Durar (semoga rahmat ALLAH selalu tercurah buat beliau dan seluruh keturunan beliau yang mulia) selain dengan Al...

Galeri Haul As-Syaikh Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) Ke-11

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ P ada haul ke-11 As-Syaikh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari, ratusan ribu jemaah datang memadati jalan-jalan menuju Musholla Ar-Raudhah, tempat maqam beliau alhamdulillah berjalan lancar. Berikut ini foto-foto suasana haul yang diambil dari berbagai sumber:  -Foto-foto- Tumpukan gas elpiji untuk persiapan sebelum haul akbar - Petugas Haul berkumpul dekat kubah - Jemaah haul menempati jalan utama sekumpul - Jalan utama sekumpul dipenuhi jemaah haul - Terlihat Mesjid Syiarussalikin dan jemaah melintasi jalan utama sekumpul - Jemaah haulan menyeberangi jalan A. Yani menuju sekumpul - Petugas haul yang bersemangat mengatur ketertiban jemaah - Suasana shalat Ashar berjamaah - Suasana shalat maghrib berjamaah - Terlihat Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi Maryoto ikut shalat maghrib berjamaah - Habib Abdurrahman Al Habsyi kwitang cucu Habib kwitang Jakarta - Habib Muhammad bi...

Alat Musik Kurung-kurung

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ S atu jenis alat kesenian yang terbilang unik di Kabupaten Balangan Kalsel yang disebut alat musik ”kurung-kurung”. Alat musik ini terbuat dari kayu panjang dan dibawahnya terbuat dari bambu dan peralatan lainnya. Musik ini bisa mengeluarkan bunyi setelah dihentak-hentak dulu ke tanah dan setiap alat musik mengeluarkan bunyi berbeda satu sama lain, sehingga bila pemainnya ingin menciptakan irama, maka caranya menghentakan alat itu secara bergantian sesuai irama yang dikehendaki. Musik nenek moyang ini biasanya dimainkan saat upacara adat, atau acara perkawinan dan kenduri, dan belakangan digunakan untuk acara perkawinan, menyambut tamu atau pejabat ke kekampung atau acara kenduri lainnya. sumber: http://riqma14.blogspot.co.id/2010/10/musik-tradisi-banjar.html (dipetik 16-04-2016 11:36 WITA)