Posts

CERDAS BERSAMA AI: MEMBANGUN GENERASI PEMBELAJAR YANG KRITIS DAN MANDIRI

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ  Kehadiran kecerdasan artifisial atau lebih dikenal dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah merevolusi hampir setiap aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. AI menawarkan kemudahan akses terhadap informasi, bantuan dalam menyelesaikan tugas, serta efisiensi dalam proses belajar-mengajar. Namun, seiring dengan berbagai kemudahan itu, muncul pula tantangan baru: apakah AI benar-benar mencerdaskan, atau justru membuat manusia, terutama pelajar kehilangan daya kritisnya? Artikel ini bertujuan mengulas secara reflektif peran AI dalam dunia pendidikan, menyoroti potensi dan risikonya, serta mengajak semua pemangku kepentingan untuk menjadikan AI sebagai mitra dalam mencetak generasi pembelajar yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga tangguh secara intelektual dan etis. AI kini menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses pembelajaran. Aplikasi seperti ChatGPT, Grammarly, hingga platform pembelajaran berbasis AI telah m...

Madrasah Darul Ma'rifah : Amal Jariyah Tuan Guru Sekumpul di bidang Pendidikan Islam

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Madrasah Diniyah  Dar al Ma‟rifah ( Darul Ma'rifah) merupakan madrasah yang kehadirannya sangat erat dengan madrasah diniyah Bangun Jaya yang berlokasi di jalan Inayah RT 2 kelurahan Pasayangan, Martapura. Madrasah ini mulai di bangun sejak tahun 1970 oleh K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Zaini) ketika beliau masih berdomisili di jalan Sasaran, kelurahan Keraton Martapura bersama dengan H. Hamdani (Guru Hamdani) yang selanjutnya ditunjuk sebagai kepala atau pemimpin madrasah tersebut. H. Hamdani sendiri adalah tetangga sekaligus teman dekat Guru Zaini sejak remaja. Beliau mengenyam pendidikan dasar hingga menengah atas di Pondok Pesantren Hidayatullah, Keraton Martapura tamat tahun 1959 dan sempat pula belajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura sampai tingkat Tsanawiyah, serta secara privat (mengaji baduduk) dengan Guru Zaini. Seiring dengan perputaran waktu yakni setelah K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Zaini) pindah ke Sungai Ka...

Informasi Resmi Haul Tuan Guru Sekumpul ke-14

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ S umber informasi dengan link : http://www.arraudhah-sekumpul.com/pengumuman-resmi-musholla-arraudhah/ Jl. Sekumpul Komplek Ar-Raudhah Martapura 70614 Website: Http://www.arraudhah-sekumpul.com/ Nomor : B03/AR-SKP-I/H-14/XIII/2019 Martapura, 4 Januari 2019 Lampiran : 1 lembar Perihal : PENGUMUMAN RESMI Tujuan : Seluruh lapisan Masyarakat. Musholla Arraudhah Sekumpul. (04/01/2019). Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT pada malam hari ini jumat (malam sabtu) tanggal 4 Januari 2019 bertempat di Aula Musholla Arraudhah Sekumpul lantai 2 dengan dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, serta undangan Instansi terkait dilaksanakan acara silaturahim sekaligus musyawarah persiapan Haul Abah Guru Sekumpul ke-14 tahun 2019 M. /1440 H. yang dipimpin langsung oleh Imam Musholla Arraudhah Guru H.Sa'duddin Salman setelah sholat Isya. Pada pertemuan kali ini menghasilkan beberapa kesimpulan pendataan mengenai kegiatan Haul ke-14 tersebut...

Hulu Sungai Selatan (HSS) Bersholawat

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ P ada tanggal 28 Januari 2018, di kabupaten HSS tepatnya di kota Kandangan berlangsung acara HSS Bersholawat yang dimeriahkan oleh Habib Syekh bin Abdul Qodir As-Segaf dengan lantunan syair-syair beliau.

Wisata Air Terjun Bajuin di Pelaihari

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ A ir terjun ini terletak di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Pelaihari yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Pelaihari dan sekitar 75 kilometer dari Banjarmasin. Air terjun ini memiliki panorama pegunungan yang indah, eksotis dan udaranya pun masih sangat sejuk karena banyak pepohonan. Di kawasan ini terdapat 3 air terjun dengan ketinggian yang berbeda, dikarenakan alam nya yang masih asri dan alami. Di sini juga terdapat beberapa jenis burung dan anggrek hutan serta bunga bangkai. Dan air terjun ini berada di kawasan Gunung Meratus, kawasan ini dikembangkan menjadi ekowisata alam seperti ; tracking , climbing , hiking . Di kawasan ini juga terdapat Telaga Alam Batuah yang tidak jauh dari area parkir. sumber : http://pariwisatakalsel.com/destination/kab-tanah-laut/air-terjun-bajuin/ (dipetik 19-09-2017 WITA)

Tatanjuk (Tutujah, Asak) Alat Pertanian Orang Suku Banjar

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ aluhlangkar.blogspot.com/2008/10/ini-cerita-waktu-aku-terjun-ke-lapangan.html T atanjuk merupakan alat pertanian tradisional yang digunakan oleh masyarakat Banjar di wilayah Kalimantan Selatan. Alat ini digunakan untuk membuat lubang di tanah yang selanjutnya akan ditanami bibit padi. Tatanjuk digunakan pada lahan pertanian baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Lahan pertanian berupa sawah dapat dibagi menjadi dua berdasarkan kondisi tinggi rendahnya dataran, yaitu sawah dataran tinggi dan sawah dataran rendah (Agus Triatno, ed. 1991/1992: 19). Perbedaan ketinggian di antara kedua lahan pertanian tersebut berpengaruh terhadap cara para petani menggarap sawah dan jenis peralatan yang digunakan. Peralatan tatanjuk digunakan secara luas oleh masyarakat Banjar Batang Banyu di kawasan Hulu Sungai hingga saat ini. Ada sebagian masyarakat yang menyebut peralatan ini “tutujah” sementara sebagian yang lain memberikan nama “asak” (Ikhlas Budi ...

Galeri Peringatan Haul ke-12 Abah Guru Sekumpul

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Beberapa foto dan video yang penulis ambil dari berbagai sumber pada peringatan haul ke-12 Abah Guru Sekumpul (Asy-Syaikh Muhammad Zaini Abdul Ghoni Al-Banjari). Saya selaku admin Lisan Al-Faqir memohon maaf, minta halal dan ridho dari pemilik foto-foto atau video yang saya unggah di sini.  

Memperingati Haul XII Abah Guru Sekumpul

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Saya selaku admin dari Lisan Al-Faqir.com mengucapkan selamat memperingati haul ke-12 Asy-Syaikh Al-Mukarram KH. Muhammad Zaini Abdul Ghoni Al-Banjari atau Abah Guru Sekumpul dan selamat datang para jemaah di Martapura Kalimantan Selatan.

Museum Wasaka (Waja Sampai Ka Puting)

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ M useum Wasaka adalah salah satu museum parjuangan rakyat Banua Banjar yang terletak di Gang H. Andir, Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin ( Google Maps ). Museum ini terletak di pinggir Sungai Martapura di bawah jembatan Banua Anyar. Wasaka singkatan dari Waja Sampai Ka Puting yang marupakan motto perjuangan rakyat Kalimantan Salatan. Museum Wasaka diresmikan tanggal 10 November 1991 oleh gubernur Kalsel saat itu Ir. H. Muhammad Said, bertempat pada rumah Banjar Bubungan Tinggi yang dialihfungsikan dari hunian jadi museum sabagai upaya konservasi bangunan tradisional. Ada kurang lebih 400 benda bersejarah di museum ini terutama yang berkaitan dengan sejarah perjuangan rakyat Banua Banjar seperti daftar organisasi yang pernah berjuang menantang penjajah misalnya Laskar Hasbullah yang bermarkas di Martapura dan Barisan Pemuda Republik Indonesia Kalimantan yang bermarkas di Banjarmasin. ...

Informasi Haul Akbar KH.Muhammad Zaini Bin Abdul Ghoni Ke-12

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Pesan dari panitia haul ke'12 abah guru sekumpul martapura السّـلام عليْـكم ورحْمـةاللّہ وبركـاتہ بِسْــــمِ اللّہ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Insya Allah Pada Hari Minggu Tgl.02.April.2017. Bertepatan Hari Ahad 5 Rajab Ba'da Magrib "Haul Akbar l-'Allimul 'Allamah Al-'Arif Billah KH.Muhammad Zaini Bin Abdul Ghoni ( Abah Guru Sekumpul ) Yang Ke_12 Di Martapura, Kabupaten Banjar.  Sebelumnya Kami Menghimbau Kepada Seluruh Masyarakat Yang Berada Di Kalsel Maupun Di Luar Daerah, Agar Berhati-Hati Terhadap Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab Yang Mengatas Namakan Panitia Haul Abah Guru Sekumpul di Martapura-Kab.Banjar (Kalsel). Karena Warga Musholla Ar-Raudhah Sekumpul Dan Sekitar_Nya, Setiap Tahun Mengadakan Haul Tersebut Tidak Pernah Meminta Bantuan Atau Sumbangan, Baik Berupa Amplop Ataupun Dalam Bentuk Apapun!!! Jika Ada Menemukan Oknum Yg Meminta-Minta Akan Berurusan Dg Badan Hukum ! -Karena ABAH GURU Pun Pernah Berkata di...

Masjid Quwwatul Islam Yogyakarta

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ P eran dan eksistensi warga Kalimantan Selatan (Banjar) di Daerah Istimewa Yogyakarta sangat besar. Sejak sebelum kemerdekaan, di masa revolusi perjuangan fisik, warga Kalimantan telah mempunyai “Laskar Kalimantan” dan kegiatan-kegiatan lainnya, misalnya di bidang ekonomi dengan usaha batu mulia dan logam mulia, serta perlaksanaan dan pengembangan pendidikan agama dan budaya, seperti seni baca (tilawah) Al Quran, seni Hadrah, dan seni bela diri (kuntaw). Untuk menampung kegiatan-kegiatan tersebut, komunitas Kalimantan Selatan (Banjar) memohon kepada Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebidang tanah di kawasan Malioboro untuk dibangun sebuah tempat ibadah dan aktivitas lainnya. Pada tahun 1940, permohonan komunitas Kalimantan Selatan (Banjar) untuk membangun tempat ibadah di kawasan Kampung Menduran disetujui Sri Sultan Hamengkubuwono IX dengan diberikannya tanah seluas 958 m2, yang berada di sudut Jalan Suryatmajan di sebelah selatan dan Ja...

Nasi Astakona Kesultanan Banjar

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ D ari beberapa referensi pustaka diketahui bahwa nasi Astakona berasal dari tradisi Kesultanan Banjar yang disajikan untuk upacara menerima tamu kehormatan, namun pada kurun waktu selanjutnya disajikan dalam acara badadapatan dan perkawinan. Foto : Pulau Banua Banjar Nasi Astakona memiliki makna yang penting karena disajikan dalam bedadapatan sebagai simbol keakraban dan lambang penghormatan bagi tetamu. Melalui sajian nasi astakona dimaknai persahabatan dan keakraban semakin terjalin. Malah, menurut refrensi tersebut dikatakan bahwa nasi astakona juga disajikan dalam acara walimah perkawinan sebagai simbol suasana akrab antara kedua mempelai dan keluarganya. Nasi astakona disajikan dengan talam dalam bentuk 3 atau 5 tingkatan ganjil yang bermakna 3 komponen pokok yaitu nasi dari beras atau padi yang tumbuh di tanah, lauk pauk dari ikan yang hidup di air dan buah-buahan yang tinggi di udara yang menggambarkan keterikatan hidup manusia dengan...

Biografi KH. Idham Chalid Sang Pahlawan dari Tanah Banjar

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ K H. Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1922 di Satui, kab. Tanah Bumbu, bagian tenggara Kalimantan Selatan, dan merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya H Muhammad Chalid, penghulu asal Amuntai, Hulu Sungai Utara, sekitar 200 kilometer dari Banjarmasin. Saat usia Idham enam tahun, keluarganya hijrah ke Amuntai dan tinggal di daerah Tangga Ulin, kampung halaman leluhur ayahnya. Selain tercatat sebagai salah satu tokoh besar bangsa ini pada zaman Orde Lama maupun Orde Baru, sebagian besar kiprah Idham dihabiskan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Beliau tercatat sebagai tokoh paling muda sekaligus paling lama memimpin ormas Islam yang didirikan para ulama pada tahun 1926 tersebut. Dalam ormas berlogo bola dunia dan bintang sembilan itu, Idham menapaki karier yang sangat cemerlang hingga menjadi pucuk pimpinan. Dalam usia 34 tahun, Idham dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Jabatan tersebut diemb...

Sekilas Sejarah Berdiri Kota Banjarbaru

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Tugu Bundaran Kota Banjarbaru W ilayah Banjarbaru sekarang, dulunya adalah perbukitan di pinggiran Kota Martapura yang dikenal dengan nama Gunung Apam. Daerah Gunung Apam dikenal sebagai daerah persitirahatan buruh-buruh penambang intan selepas menambang di Cempaka. Pada era tahun 1950-an, Gubernur dr. Murdani dibantu seorang perencana Van der Pijl merancang Banjarbaru sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan. Namun pada perjalanan selanjutnya, perencanaan ini terhenti sampai pada perubahan status Kota Banjarbaru menjadi Kota Administratif. Nama banjarbaru sedianya hanyalah nama sementara yang diberikan Gubernur dr. Murjani, untuk membedakan dengan Kota Banjarmasin, yaitu kota baru di Banjar. Namun akhirnya melekat nama Banjarbaru sampai sekarang. Sebagai kota administratif, Kota Banjarbaru berada dalam lingkungan Kabupaten Banjar, dengan ibukotanya Martapura. Jadi Kota Banjarbaru merupakan pemekaran dari Kabupaten Banjar. Kota Banjarbaru ber...

Solusi Kartu NPWP Belum diterima Setelah Mendaftar Online

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ B erdasarkan pengalaman saya, ketika setelah selesai melakukan pendaftaran NPWP secara online pada tahun 2015 di situs resmi pajak https:// ereg .pajak.go.id/ ternyata kartu fisik NPWP yang menurut email yang saya terima akan dikirimkan ke alamat saya. Namun setelah menunggu beberapa lama, kartu NPWP belum juga sampai ke alamat saya. Kemudian saya menanyakan permasalahan tersebut melalui fans page Facebook KPP tempat NPWP saya terdaftar (wilayah Banjarbaru, Kalsel). Alhamdulillah, mereka merespon dengan cepat. Solusi yang mereka berikan seperti berikut: "Terimakasih sebelumnya, utk kartu npwp yg blm diterima silahkan langsung ke kpp pratama banjarbaru dengan memperlihatkan ktp dan emailnya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya" .  Jadi, kesimpulannya jika kartu NPWP kita belum sampai ke alamat kita, cukup datang ke Kantor Pelayanan Pajak di tempat kita. Terima kasih.

Figur K.H. Asmuni (Guru Danau) Amuntai

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Guru Danau - Tengah G uru Danau merupakan panggilan akrab atau nama populer bagi Tuan Guru Asmuni. Nama “Danau” yang dilekatkan pada dirinya sebenarnya merupakan nama singkat dari tempat kelahiran dan tempat tinggalnya, Danau Panggang. Danau Panggang merupakan salah satu Kecamatan di daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang terletak sekitar 24 km dari kota Amuntai. Beliau lahir pada tahun 1955 di Danau Panggang. Ayahnya bernama Haji Masuni dan ibunya bernama Hajjah Masjubah. Dia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Ayahnya berasal dari daerah Danau Panggang sedang ibunya beretnis Dayak Bakumpai berasal dari daerah Marabahan yang pindah ke Danau Panggang. Dari garis ibunya Guru Danau menjadi bagian dari zuriat Syekh Muhammad Arsyad alBanjari. Sewaktu kecil, Guru Danau bernama Zarkasyi. Oleh seorang habib yang bernama Habib Salim Mangkatip nama itu diubah menjadi Asmuni. Menurut Guru Danau, Asmuni itu berarti berharga. Guru Danau h...

Galeri Haul Ke 210 Asy-Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan)

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ribuan orang berduyun-duyun mendatangi Masjid Tugfaturaghibin, di Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, tempat digelarnya Haul ke-210 Syekh Muhammad Arsyad Albanjary, Senin (11/7/2016). Kedatangan muslimin dari berbagai kabupaten di Kalsel dan dari luar Kalsel ini membuat tempat pelaksanaan haul ulama besar kelahiran Desa Lok Gabang Kecamatan Astambul itu pun penuh sesak. Tak hanya di masjid, rumah penduduk dan jalan-jalan di sekitar lokasi masjid juga dipenuhi jemaah berpakaian putih-putih. Jemaah datang ke tempat haul, selain berjalan kaki dan menggunakan transportasi darat, juga ada yang menggunakan kelotok. sumber: Banjarmasinpost

Riwayat Al-Allamah Al-Habib Ibrahim Al-Habsyi

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ D ari sekian banyak keturunan Rasulullah yang mulia yang berdakwah mengajak manusia kepada kebenaran di alam ini salah satunya adalah Habib Ibrahim Al-Habsyi Negara Kandangan Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan,dari catatan catatan yang ada penulis belum menemukan kapan beliau lahir,yang pasti beliau lahir dikota para wali,kota yang penuh berkah ALLAH SWT,kotanya ilmu dan banyak lagi keutamaan keutamaan daerah ini,beliau lahir di kota Seiwun Hadral Maut dan ber marga Al-Habsyi salah satu marga marga keturunan Rasulullah yang tersebar dialam ini,terlahir dari keluarga yang mulia dengan keberlimpahan ilmu dari ayah bernama Habib Umar Al-Habsy membuat beliau sangat mencintai ilmu,selain dengan belajar kepada ayah beliau sendiri,salah satu guru beliau adalah Yang Mulia Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy pengarang kitab Maulid Simthud Durar (semoga rahmat ALLAH selalu tercurah buat beliau dan seluruh keturunan beliau yang mulia) selain dengan Al...

Galeri Haul As-Syaikh Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) Ke-11

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ P ada haul ke-11 As-Syaikh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari, ratusan ribu jemaah datang memadati jalan-jalan menuju Musholla Ar-Raudhah, tempat maqam beliau alhamdulillah berjalan lancar. Berikut ini foto-foto suasana haul yang diambil dari berbagai sumber:  -Foto-foto- Tumpukan gas elpiji untuk persiapan sebelum haul akbar - Petugas Haul berkumpul dekat kubah - Jemaah haul menempati jalan utama sekumpul - Jalan utama sekumpul dipenuhi jemaah haul - Terlihat Mesjid Syiarussalikin dan jemaah melintasi jalan utama sekumpul - Jemaah haulan menyeberangi jalan A. Yani menuju sekumpul - Petugas haul yang bersemangat mengatur ketertiban jemaah - Suasana shalat Ashar berjamaah - Suasana shalat maghrib berjamaah - Terlihat Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi Maryoto ikut shalat maghrib berjamaah - Habib Abdurrahman Al Habsyi kwitang cucu Habib kwitang Jakarta - Habib Muhammad bi...